A.
Pengertian Perkembangan Motorik
Normal
Perkembangan
Motorik Normal adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Pada
dasarnya, perkembangan ini berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otak anak,
serta, Perkembangan motorik meliputi perkembangan otot-otot
kasar (gross muscle) atau motorik
kasar dan perkembangan otot-otot halus (fine
muscle) atau motorik halus. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang
menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang
dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Contohnya kemampuan duduk,
menendang, berlari, naik turun tangga, dan sebagainya.
Sedangkan Motorik Halus adalah gerakan tubuh yang
menggunakan otot-otot halus atau menggunakan sebagian kecil anggota tubuh. Otot
ini berfungsi untuk melakukan gerakan-gerakan, bagian-bagian tubuh yang lebih
spesifik. Contohnya, kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret,
menulis, menyusun balok, menggunting, dan sebagainya. Kedua kemampuan motorik
tersebut sangat penting dikembangkan agar anak bisa berkembang dengan optimal.
B.Macam-macam Perkembangan Motorik Normal
Menurut Hurlock (2000)
1.
Perkembangan Motorik
halus
Motorik halus adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot sebagian
kecil dari anggota
tubuh. Dalam hal ini, Perkembangan Motorik halus berkaitan dengan kegiatan meletakkan dan memegang suatu objek
dengan menggunakan jari tangan. Keterampilan motorik
halus (fine motor skill) adalah kemampuan mengkoordinasi gerakan otot kecil dari anggota
tubuh. Keterampilan motorik halus terutama melibatkan jari tangan, dan biasanya dengan koordinasi mata. Contoh keterampilan motorik halus adalah
memegang, menulis, menggunting, dan lain sebagainya.
2.
Perkembangan Motorik
Kasar
Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang
menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang
dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Keterampilan motorik kasar (groos motor skill) adalah kemampuan yang
diperlukan sejak usia balita sebagai bagian dari pertumbuhan dan perkembangan
anak. Keterampilan motorik kasar membuat seseorang dapat melakukan aktivitas
secara normal. Contoh Ketrampilan Motorik Kasar adalah berjalan, berlari,
duduk, bangun, mengangkat benda, melempar benda, dan lain sebagainya.
C.
Tahapan dan Tabel
Perkembangan Motorik anak diusia
keemasan
(0-5 tahun)
1.
Tahapan perkembangan motorik
anak usia 0-1 tahun
|
Motorik Kasar
|
Motorik Halus
|
Aplikatif Motorik Kasar
|
Aplikatif
Motorik Halus
|
|
Tengkurap
|
Reflek genggam
|
![]() |
![]() |
|
Menggulingkan badan
|
Tersenyum
|
![]() |
![]() |
|
Merangkak dan
Merayap
|
Tertawa
&
bergurau
|
![]() |
![]() |
|
Merangkak
dengan cepat
|
Mulai mengoceh
|
![]() |
![]() |
|
Berjalan sendiri
|
Jari-jari
mulai
gerak
|
![]() |
![]() |
2.
Tahapan perkembangan motorik
anak usia 1-2 tahun
|
Motorik Kasar
|
Motorik Halus
|
Aplikatif
Motorik
Kasar
|
Aplikatif
Motorik
Halus
|
|
Merangkak
|
Mengambil benda kecil dengan ibu jari atau telunjuk
|
![]() |
![]() |
|
Berjalan beberapa langkah
|
Membuka 2-3 halaman
buku
|
![]() |
![]() |
|
Berjalan cepat
|
Menyusun
menara dari balok
|
![]() |
![]() |
|
Cepat duduk agar tidak jatuh
|
Memindahkan air ke
gelas lain
|
![]() |
|
|
Merangkak di tangga
|
Memakai
kaus kaki sendiri
|
![]() |
|
|
Berdiri tanpa pegangan
|
Bermain HP
|
|
![]() |
3. Tahapan Perkembangan Motorik Anak usia 2-3 tahun
|
Motorik
Kasar
|
Motorik Halus
|
Aplikatif
Motorik Kasar
|
Aplikatif
Motorik Halus
|
|
Melompat-lompat
|
Mencoret-coret
dengan 1 tangan
|
![]() |
|
|
Berjalan jinjit
|
Menggambar garis
tak beraturan
|
![]() |
![]() |
|
Menendang bola
|
Memegang
pensil
|
![]() |
![]() |
|
Memanjat meja atau tempat tidur
|
Belajar menggunting
|
![]() |
![]() |
|
Naik tangga dan lompat di anak tangga terakhir
|
Mengancingkan
baju
|
|
|
|
Berdiri dengan 1 kaki
|
Memakai baju
sendiri
|
|
![]() |
4.
Tahapan Perkembangan Motorik
Anak Usia 3-4 tahun
|
Motorik Kasar
|
Motorik Halus
|
Aplikatif Motorik Kasar
|
Aplikatif Motorik Halus
|
|
Melompat
dengan 1 kaki
|
Menggambar
Manusia
|
![]() |
![]() |
|
Berjalan
menyusuri papan
|
Mencuci tangan
sendiri
|
![]() |
![]() |
|
Menangkap
bola besar
|
Membentuk
benda dari plastisin
|
|
![]() |
|
Mengendarai
sepeda
|
Membuat lingkaran
|
![]() |
![]() |
|
Berdiri
dengan 1 kaki
|
Membuat
garis lurus cukup rapi
|
|
![]() |
5. Tahapan Perkembangan Motorik Anak Usia 4-5 tahun
|
Motorik Kasar
|
Motorik Halus
|
Aplikatif Motorik Kasar
|
Aplikatif Motorik Halus
|
|
Menuruni tangga dengan cepat
|
Menggunting
dengan cukup baik
|
![]() |
![]() |
|
Seimbang saat berjalan mundur
|
Melipat amplop
|
![]() |
|
|
Melewati rintangan
|
Membawa
gelas tanpa menumpahkan isinya
|
![]() |
![]() |
|
Melempar dan menangkap bola
|
Memasukkan benang
ke lubang besar
|
![]() |
![]() |
D. Faktor-faktor
yang mempengaruhi Perkembangan Motorik Normal
1.
Sifat dasar genetik, termasuk bentuk tubuh dan kecerdasan ......mempengaruhi..laju..perkembangan.
2. Awal kehidupan pascalahir, tidak ada hambatan pada kondisi .....lingkungan yang tidak menguntungkan, semakin aktif janin semakin .....cepat..perkembangan..motorik..anak.
3. Kondisi pra lahir yang menyenangkan (gizi makanan sang ibu) lebih .....mendorong perkembangan motorik yang lebih cepat pada masa .....pascalahir.
4. Kelahiran, apabila ada kerusakan pada otak akan memperlambat .....perkembangan ....motorik. Dan juga kelahiran yang sebelum waktunya .....juga..bisa..memperlambat..perkembangan..motorik.
5. Stimulasi, yang berkesempatan untuk menggerakkan semua bagian .....tubuh akan ....mempercepat..perkembangan..motorik.
2. Awal kehidupan pascalahir, tidak ada hambatan pada kondisi .....lingkungan yang tidak menguntungkan, semakin aktif janin semakin .....cepat..perkembangan..motorik..anak.
3. Kondisi pra lahir yang menyenangkan (gizi makanan sang ibu) lebih .....mendorong perkembangan motorik yang lebih cepat pada masa .....pascalahir.
4. Kelahiran, apabila ada kerusakan pada otak akan memperlambat .....perkembangan ....motorik. Dan juga kelahiran yang sebelum waktunya .....juga..bisa..memperlambat..perkembangan..motorik.
5. Stimulasi, yang berkesempatan untuk menggerakkan semua bagian .....tubuh akan ....mempercepat..perkembangan..motorik.
6...Perlindungan, yang berlebihan akan melumpuhkan persiapan .....berkembangnya....kemampuan..motorik.
8. Cacat fisik, seperti buta akan memperlambat perkembangan motorik.
9..Perbedaan jenis kelamin, warna kulit, dan sosial ekonomi, lebih ....banyak ....disebabkan oleh perbedaan motivasi dan metode pelatihan ....anak ketimbang karena ....perbedaan bawaan.
8. Cacat fisik, seperti buta akan memperlambat perkembangan motorik.
9..Perbedaan jenis kelamin, warna kulit, dan sosial ekonomi, lebih ....banyak ....disebabkan oleh perbedaan motivasi dan metode pelatihan ....anak ketimbang karena ....perbedaan bawaan.
E. Ciri-ciri Gangguan Perkembangan Motorik
Gangguan
Perkembangan Motorik dapat diketahui ketika usia dini. Pada usia dini inilah seseorang
dapat ditentukan normal atau tidaknya
Perkembangan Motorik. Maka dari itu, kami akan memaparkan ciri-ciri gangguan
perkembangan motorik yang tidak normal dari usia dini.
* Belum dapat berguling umur lima bulan.
* Belum dapat mengontrol kepala usia 6-7 bulan.
* Belum dapat duduk tegak di lantai 5-1 0 menit pada usia 10-12 bulan.
* Belum dapat merangkak atau mengesot dan ditarik ke posisi berdiri ...pada umur 12-13 bulan.
* Belum berjalan sendiri atau dititah pada umur 18-21 bulan
* Tidak dapat memegang benda yang diletakkan di tangannya pada usia .....4-5 bulan.
* Tangan tetap terkepal erat sampai usa 4-5 bulan.
* Tidak dapat memegang
benda dengan satu tangan pada umur tujuh .....bulan.
*
Tidak dapat memindahkan benda kecil ke dalam gelas sampai usia 6-7 . ..bulan.
*
Tidak dapat menyusun tiga kubus pada umur dua tahun.
* Tetap memasukkan benda ke mulut disertai sekresi air liur sampai usia . ..dua tahun.
* Tetap memasukkan benda ke mulut disertai sekresi air liur sampai usia . ..dua tahun.
F. Deteksi Dini pada Gangguan
Perkembangan Motorik dengan Alat ukurnya
1. DDST(Denver Developmental Screening Test)
Alat diatas sangat penting dalam bidang
kesehatan dikarenakan :
a. Digunakan : untuk untuk
menaksir perkembangan personal sosial, motorik halus, bahasa dan motorik kasar
pada anak umur 1 bulan sampai 6 tahun.
b. Bertujuan : untuk membandingkan
kemampuan dengan anak yang lain yang seusia, bukan sebagai pengganti
evaluasi diagnostik dan pemeriksaan fisik
manusia.
Menurut screening DDST
ini, dapat kita lihat bahwa pada perkembangan motorik anak dapat dideteksi
melalui alat ini yang biasa dilakukan para ahli psikologi maupun ahli terapi
untuk mengetahui normal atau tidaknya...perkembangan motorik pada anak. Agar, mereka dapat mengetahui
bahwa si anak mempunyai gangguan/perkembangan motoriknya tidak normal, psikolog
maupun orangtua..mengetahui gangguan yang diderita anak. Supaya nanti
keduanya punya persiapan matang untuk menghadapi si anak tersebut. Deteksi ini
sangat penting. Karena, hal ini sangat mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan yang dialami oleh anak. Kita juga dapat mengetahui bahwa
perkembangan motorik manusia itu terganggu dapat mengakibatkan keja fungsional
otak juga terganggu dan mengakibatkan anak saat dewasa tidak menjadi orang
sperti biasanya dan tidak dapat dikatakan normal. Jadi, alat deteksi perkembangan
motorik ini perlu untuk mengecheck perkembangan motorik anak.
2. KPSP(Kuesioner Pra Skrinning Perkembangan)
Alat diatas sangat penting dalam bidang
kesehatan dikarenakan :
a.
Digunakan : mengetahui
ada atau tidak adanya hambatan, gangguan atau masalah dalam perkembangan anak.
b.
Bertujuan : mengetahui
perkembangan anak.
Dari Tabel ini, dapat
kita lihat bahwa pada perkembangan motorik anak dapat dideteksi melalui alat
kpsp yang dilakukan para ahli psikologi maupun ahli terapi untuk mengetahui
normal atau tidaknya...perkembangan motorik pada anak. Agar, jika diketahui bahwa
si anak mempunyai gangguan/perkembangan motoriknya tidak normal, psikolog
maupun orangtua..mengetahui gangguan yang diderita anak yang........dideteksi perkembangan
motoriknya supaya nanti keduanya punya persiapan matang untuk menghadapi si
anak tersebut. Deteksi ini sangat penting. Karena, sangat mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh anak. Kita juga dapat mengetahui
bahwa perkembangan motorik manusia itu terganggu dapat mengakibatkan respon,
tanggapan, reflek, itu tidak akan terjadi dan mengakibatkan anak saat dewasa
tidak menjadi orang sperti biasanya dan tidak dapat dikatakan normal. Serta,
akan sulit bersosialisi dengan lingkungan, sulit beradaptasi dengan orang
normal yang biasanya. Maka dari itu, alat deteksi perkembangan motorik ini
perlu sering digunakan kepada kalangan anak-anak.
BAB
IV
KESIMPULAN
a. Perkembangan motorik kasar
b. Perkembangan motorik halus
a. Sifat dasar genetik
b. Awal kehidupan pasca lahir
c. Kondisi pra lahir
d. Kelahiran
e. Stimulasi
f. Perlindungan
g. Cacat fisik
h. Perbedaan jenis kelamin, warna kulit, dan sosial
ekonomi
1. Motorik kasar
a. Belum dapat berguling umur 5 bulan
b. Belum dapat mengontrol kepala usia 6-7 bulan
c. Belum
dapat duduk tegak di lantai 5-1 0 menit pada usia 10-12 bulan
d. Belum
dapat merangkak atau mengesot dan ditarik keposisi berdiri pada umur 12-13
bulan
e. Belum
berjalan sendiri atau dititah pada umur 18-21 bulan
2. Motorik
halus
a.
Tidak dapat memegang benda
yang diletakkan di tangannya pada usia 4-5 bulan.
b.
Tangan tetap terkepal erat
sampai usia 4-5 bulan.
c.
Tidak dapat memegang benda
dengan satu tangan pada umur tujuh bulan.
d.
Tidak dapat memindahkan
benda kecil kedalam gelas sampai usia 6-7 bulan.
e.
Tidak dapat menyusun tiga
kubus pada umur dua tahun.
f.
Tetap memasukkan benda kemulut
disertai sekresi air liur sampai usia dua tahun.
DAFTAR
PUSTAKA
Hurlock,
Elizabeth B. 2000. Psikologi
Perkembangan. Jakarta : Erlangga
Zahratullina
Putri, Dian. ”Makalah Perekembangan Fisik dan Motorik”. November, 2012. http://deanwe.files.wordpress.com/2012/10/makalah-UHBN
peta-konsep-lk-3-0-6-tahun.docx. (Diunduh pada hari : Senin, tanggal :
13 Oktober 2014, pukul : 20.45 WIB)
Dj’phie.
”Perkembangan Motorik”. 24 Juni, 2009. http://djphie.wordpress.com/ 2009/06/24/perkembangan-motorik.html. (Diunduh pada hari : Senin, tanggal : 13 Oktober 2014, pukul
: 21.45 WIB)
Fazriyati,
Wardah. “Deteksi dini gangguan Sensorik Motorik”. 30 September, 2013. http://health.kompas.com/read/2013/09/30/0942049/Deteksi.Dini.Gangguan.Sensorik.Motorik.Anak (Diunduh pada hari : Selasa, tanggal : 14 Oktober 2014, pukul
: 04.45 WIB)
Judarwanto,
widodo. ”Gangguan Motorik Anak”. 22 September, 2013. http://drwidodojudarwanto.com/ 2013/09/22/stimulasi-dan-kenali-gangguan-motorik-anak-sejak-dini.html (Diunduh pada hari : Selasa, tanggal : 14 Oktober 2014, pukul : 05.15 WIB)
Kita,
Sarana. “Alat Screening Perkembangan”. November, 2013. http://kmbpoltekkes.blogspot.com/2013/10/ ddst-denver-development-screening-test.html (Diunduh pada hari : Rabu, tanggal : 15 Oktober 2014, pukul
: 07.17 WIB)
Fatimah. “Denver
Developmental Screening Test”. April, 2012.
http://midwife-fatimah.blogspot.com/2012/04/ddst-denver-developmental-
screening-test.html (Diunduh pada hari : Minggu, tanggal :
18 Oktober 2014, pukul : 18.13 WIB)
Fatimah. “e-screening“ Oktober, 2013.http://midwivery2.blogspot.com/2013/10/e-skrining-atau-pemeriksaan.html (Diunduh pada hari : Minggu, tanggal : 18 Oktober 2014, pukul
: 18.17 WIB)









































Tidak ada komentar:
Posting Komentar